1. Sensor Kantuk untuk Pengemudi
Otak dan mata dapat mendeteksi kadar mengantuk pengendara.
Teknologi untuk memonitor aktivitas otak dan pergerakan mata mungkin suatu hari
dapat digunakan untuk mendeteksi ketika seorang pengemudi mengantuk saat sedang
menyetir.
Electroencephalography menempatkan sensor pada kepala kepala
manusia untuk merekam bisikan elektrik dari impuls kegelisahan pada otak. Tim
peneliti juga mengukur EEG ketika mata bergerak secara simultan. Para ilmuwan
dapat menggunakan teknologi tersebut untuk mendeteksi sinyal pembuka rahasia
mengantuk pada pengemudi, mencari pola karakteristik aktivitas otak, dan pola
pergerakan mata yang tidak menentu. Pola-pola tersebut akan mengindikasikan
seseorang berada pada fase mengantuk.
Sistem yang menggunakan penelusur mata untuk mendeteksi
kadar mengantuk pengemudi juga telah dikembangkan.
2. Sensor Ultrasonik Pendeteksi Jarak
Untuk membantu memperkirakan jarak aman, dibuat suatu alat
untuk mendeteksi objek di sekitar kendaraan. Alat ini akan menyalakan LED
apabila terdapat obyek di sekitar kendaraan dalam jarak tertentu yang harus
diwaspadai sesuai dengan gigi transmisi yang sedang digunakan. Alat ini juga
akan menampilkan jarak antara objek dan kendaraan pada layar LCD. Alat
yang mendeteksi jarak ini dikendalikan sepenuhnya oleh sebuah mikrokontroler
AT89S52 dengan sebuah sensor ultrasonic untuk mendeteksi jarak pada suatu sisi
beserta komponen-komponen penunjangnya
3. Kamera Otomatis (Seperti Black Box Di Pesawat)
Kamera untuk mobilyang dilengkapi dengan
G-sensor, yaitu perekam otomatis saat terjadi kecelakaan. GPS tracking-nya bisa
untuk review rute, speed & pembicaraan di dalam mobil.
Rekam video secara real-time
Kamera untuk mobil mampu merekam video objek yang tampak di
depan kamera secara real-time dengan hanya sekali pencet tombol. Dilengkapi
slot memori, sehingga hasil rekaman dapat disimpan pada SD card. Pada paket
sudah include memori 2GB. Jika ingin merekam lebih banyak lagi, bisa upgrade
memori eksternalnya up to 16GB. Dengan cara ini maka bisa menjadikan hasil
rekaman sebagai bukti otentik saat terjadi kecelakaan plus jadikan klaim
asuransi.
a. Dilengkapi G-sensor & fitur auto-record
Kamera depan mobil sudah dilengkapi G-sensor. Artinya unit
dapat mendeteksi adanya perubahan kecepatan yang signifikan, pengereman
mendadak, atau saat mobil mengalami goncangan hebat dan secara otomatis akan
merekam videonya selama 360 detik sebelum & sesudah kejadian tersebut.
Jadi, mungkin tak ada lagi kronologi kecelakaan yang terlewatkan.
b. Didukung GPS tracking recorder
Fitur ini sangat membantu bagi mereka yang memiliki usaha
rental mobil atau bagi mereka yang menggunakan jasa sopir pribadi di rumah.
Dengan GPS tracking recorder, pemilik kendaraan dapat mereview rute mana saja
yang telah dilewati oleh mobil. Kecepatan mobil hingga pembicaraan yang ada di
dalam mobil. Sensor ini seperti halnya blackbox pada pesawat.Selain itu jangan
takut kamera akan berhenti merekam saat memori penuh dan melewatkan satu
kejadian penting, kamera depan mobil memiliki kemampuan cycling memori yang
artinya akan tetap merekam dengan menggantikan rekaman lama.
4. Sensor pendeteksi Liukan Kendaraan Lain
Sistem ini disebut ‘Cyclist Detection’ dengan rem otomatis
yang diresmikan di Geneva Motor Show di Swiss.
Sensor ini mendeteksi kendaraan atau pesepeda mendekati
jarak tertentu mobil, kamera akan memotret objek tersebut, kemudian sensor
memberi sinyal pada pengemudi dengan berupa peringatan lampu merah yang
berkedip, lalu secara otomatis mobil akan mengambil alih rem.
5. Sensor Kesehatan
Mobil akan memantau kesehatan pengemudi bahkan mengambil
alih kemudi jika si pengemudi tertidur atau tiba-tiba jatuh sakit. Mobil akan
menjadi seperti mobil ambulans. Sensor medis akan dipasang di dalamnya sehingga
dokter bisa memeriksa kondisi pengemudi dari jarak jauh.
Aplikasi kesehatan adalah suatu terobosan yang sangat
canggih untuk dipasang di dalam mobil. Mobil ini mampu mendeteksi gejala
penyakit dasar, misalnya kejang. Dengan bantuan sensor yang terpasang, mobil akan membantu pengemudi untuk mengemudi dan memarkirkan dengan aman saat pengemudi tiba-tiba menderita kejang. Tidak hanya itu,
sensor juga akan mendeteksi bilamana pengemudi mengantuk atau mabuk.
6. Sensor Parkir
Sensor parkir mobil berkaitan dengan gelombang ultrasonik
yang dipancarkan melalui pemancar yang ditempatkan di bemper.
Gelombang yang menyentuh benda akan dipantulkan kembali dan
ditangkap oleh bagian penerima sensor yang kemudian ditampilkan dalam bentuk
suara sirine atau display jarak dalam bentuk angka. Sensor ini akan sangat
membantu untuk mencegah mobil menabrak sesuatu terutama saat parkir.
Area yang dijangkau oleh sensor: Beberapa pengguna mobil merasa sudah cukup
puas jika mereka bisa memantau bagian belakang mobil terutama saat parkir
sehingga sensor yang perlu digunakan cukup dua buah saja. Untuk itu, empat
sensor perlu diaplikasikan untuk memantau bagian belakang mobil sekaligus
pinggir bemper.
Ketepatan pengukuran: Ada beberapa hal yang akan berpengaruh
pada ketepatan pengukuran sensor parkir mobil. Karena sensor parkir mobil
memanfaatkan gelombang ultrasonik, terkadang kinerja gelombang tersebut
dipengaruhi oleh perubahan suhu, kesalahan sinyal, gangguan frekuensi, ukuran
benda, pergerakan benda, serta kotoran yang mungkin berada di permukaan area
sensor. Oleh karena itu, sensor perlu dipilih dengan desain pemrosesan sinyal
yang sesuai dengan kebutuhan. Kemampuan pantau sensor dapat ditingkatkan dengan
meningkatkan tegangan supply.
7. Sensor Wajah
Dengan menempatkan sensor pada dashboard untuk
memantau aspek-aspek seperti arah mana pengemudi berjalan, bagaimana membuka
mata mereka, serta posisi sudut kepala. Dengan sensor ini akan mendeteksi apa
yang sedang dilihat pengendara. Seperti yang dilansir lewat situs Autoconception.
Dengan teknologi ini, mampu mendeteksi jika sopir
lengah, dan sistem keamanan dapat disesuaikan lebih efektif. Sistem peringatan
itu bekerja setelah diaktifkan sebelum mobil berjalan. Teknologi ini
menggunakan LED kecil untuk menerangi pengemudi dengan sinar inframerah,
kemudian dimonitor oleh sensor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar