Selasa, 10 Juni 2014

MACAM – MACAM SENSOR KESELAMATAN

1. Sensor Kantuk untuk Pengemudi


Otak dan mata dapat mendeteksi kadar mengantuk pengendara. Teknologi untuk memonitor aktivitas otak dan pergerakan mata mungkin suatu hari dapat digunakan untuk mendeteksi ketika seorang pengemudi mengantuk saat sedang menyetir.

Electroencephalography menempatkan sensor pada kepala kepala manusia untuk merekam bisikan elektrik dari impuls kegelisahan pada otak. Tim peneliti juga mengukur EEG ketika mata bergerak secara simultan. Para ilmuwan dapat menggunakan teknologi tersebut untuk mendeteksi sinyal pembuka rahasia mengantuk pada pengemudi, mencari pola karakteristik aktivitas otak, dan pola pergerakan mata yang tidak menentu. Pola-pola tersebut akan mengindikasikan seseorang berada pada fase mengantuk.

Sistem yang menggunakan penelusur mata untuk mendeteksi kadar mengantuk pengemudi juga telah dikembangkan.


2. Sensor Ultrasonik Pendeteksi Jarak


Untuk membantu memperkirakan jarak aman, dibuat suatu alat untuk mendeteksi objek di sekitar kendaraan. Alat ini akan menyalakan LED apabila terdapat obyek di sekitar kendaraan dalam jarak tertentu yang harus diwaspadai sesuai dengan gigi transmisi yang sedang digunakan. Alat ini juga akan menampilkan jarak antara objek dan kendaraan  pada layar LCD. Alat yang mendeteksi jarak ini dikendalikan sepenuhnya oleh sebuah mikrokontroler AT89S52 dengan sebuah sensor ultrasonic untuk mendeteksi jarak pada suatu sisi beserta komponen-komponen penunjangnya


3. Kamera Otomatis (Seperti Black Box Di Pesawat)


Kamera untuk mobilyang dilengkapi dengan G-sensor, yaitu perekam otomatis saat terjadi kecelakaan. GPS tracking-nya bisa untuk review rute, speed & pembicaraan di dalam mobil.

Rekam video secara real-time

Kamera untuk mobil mampu merekam video objek yang tampak di depan kamera secara real-time dengan hanya sekali pencet tombol. Dilengkapi slot memori, sehingga hasil rekaman dapat disimpan pada SD card. Pada paket sudah include memori 2GB. Jika ingin merekam lebih banyak lagi, bisa upgrade memori eksternalnya up to 16GB. Dengan cara ini maka bisa menjadikan hasil rekaman sebagai bukti otentik saat terjadi kecelakaan plus jadikan klaim asuransi.

           a. Dilengkapi G-sensor & fitur auto-record

Kamera depan mobil sudah dilengkapi G-sensor. Artinya unit dapat mendeteksi adanya perubahan kecepatan yang signifikan, pengereman mendadak, atau saat mobil mengalami goncangan hebat dan secara otomatis akan merekam videonya selama 360 detik sebelum & sesudah kejadian tersebut. Jadi, mungkin tak ada lagi kronologi kecelakaan yang terlewatkan.

          b. Didukung GPS tracking recorder

Fitur ini sangat membantu bagi mereka yang memiliki usaha rental mobil atau bagi mereka yang menggunakan jasa sopir pribadi di rumah. Dengan GPS tracking recorder, pemilik kendaraan dapat mereview rute mana saja yang telah dilewati oleh mobil. Kecepatan mobil hingga pembicaraan yang ada di dalam mobil. Sensor ini seperti halnya blackbox pada pesawat.Selain itu jangan takut kamera akan berhenti merekam saat memori penuh dan melewatkan satu kejadian penting, kamera depan mobil memiliki kemampuan cycling memori yang artinya akan tetap merekam dengan menggantikan rekaman lama.


4. Sensor pendeteksi Liukan Kendaraan Lain


Sistem ini disebut ‘Cyclist Detection’ dengan rem otomatis yang diresmikan di Geneva Motor Show di Swiss.

Sensor ini mendeteksi kendaraan atau pesepeda mendekati jarak tertentu mobil, kamera akan memotret objek tersebut, kemudian sensor memberi sinyal pada pengemudi dengan berupa peringatan lampu merah yang berkedip, lalu secara otomatis mobil akan mengambil alih rem.


5. Sensor Kesehatan


Mobil akan memantau kesehatan pengemudi bahkan mengambil alih kemudi jika si pengemudi tertidur atau tiba-tiba jatuh sakit. Mobil akan menjadi seperti mobil ambulans. Sensor medis akan dipasang di dalamnya sehingga dokter bisa memeriksa kondisi pengemudi dari jarak jauh.

Aplikasi kesehatan adalah suatu terobosan yang sangat canggih untuk dipasang di dalam mobil. Mobil ini mampu mendeteksi gejala penyakit dasar, misalnya kejang. Dengan bantuan sensor yang terpasang, mobil akan membantu pengemudi untuk mengemudi dan memarkirkan dengan aman saat pengemudi tiba-tiba menderita kejang. Tidak hanya itu, sensor juga akan mendeteksi bilamana pengemudi mengantuk atau mabuk.



6. Sensor Parkir


Sensor parkir mobil berkaitan dengan gelombang ultrasonik yang dipancarkan melalui pemancar yang ditempatkan di bemper.

Gelombang yang menyentuh benda akan dipantulkan kembali dan ditangkap oleh bagian penerima sensor yang kemudian ditampilkan dalam bentuk suara sirine atau display jarak dalam bentuk angka. Sensor ini akan sangat membantu untuk mencegah mobil menabrak sesuatu terutama saat parkir.

Area yang dijangkau oleh sensor:  Beberapa pengguna mobil merasa sudah cukup puas jika mereka bisa memantau bagian belakang mobil terutama saat parkir sehingga sensor yang perlu digunakan cukup dua buah saja. Untuk itu, empat sensor perlu diaplikasikan untuk memantau bagian belakang mobil sekaligus pinggir bemper.

Ketepatan pengukuran: Ada beberapa hal yang akan berpengaruh pada ketepatan pengukuran sensor parkir mobil. Karena sensor parkir mobil memanfaatkan gelombang ultrasonik, terkadang kinerja gelombang tersebut dipengaruhi oleh perubahan suhu, kesalahan sinyal, gangguan frekuensi, ukuran benda, pergerakan benda, serta kotoran yang mungkin berada di permukaan area sensor. Oleh karena itu, sensor perlu dipilih dengan desain pemrosesan sinyal yang sesuai dengan kebutuhan. Kemampuan pantau sensor dapat ditingkatkan dengan meningkatkan tegangan supply.


7. Sensor Wajah


Dengan menempatkan sensor pada dashboard untuk memantau aspek-aspek seperti arah mana pengemudi berjalan, bagaimana membuka mata mereka, serta posisi sudut kepala. Dengan sensor ini akan mendeteksi apa yang sedang dilihat pengendara. Seperti yang dilansir lewat situs Autoconception.

Dengan teknologi ini,  mampu mendeteksi jika sopir lengah, dan sistem keamanan dapat disesuaikan lebih efektif. Sistem peringatan itu bekerja setelah diaktifkan sebelum mobil berjalan. Teknologi ini menggunakan LED kecil untuk menerangi pengemudi  dengan sinar inframerah, kemudian dimonitor oleh sensor.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar